Walaupun Lari, Rezekimu Akan Mengejarmu

*WALAUPUN LARI, RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU*

“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin dan kaya memang sudah ada yang mengaturnya.

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa orang kaya akan lebih lama menjalani perhitungan amal di banding orang miskin.

Maka mendengar ini, Abdurrahman bin Auf pun berpikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, tumbuhan kurma siap panen yang di tinggalkan para sahabat selama kurang lebih 40 hari menjadi busuk dan harganya jatuh.  

Abdurrahman bin Auf pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras. Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Para sahabat gembira dan Abdurrahman bin Auf pun juga gembira.

Sahabat lain gembira karena semua dagangannya laku. Sedangkan Abdurrahman bin Auf gembira juga karena berharap jatuh miskin.

Masya Alloh luar biasa ya para sahabat Rosululloh. 

_Coba kalau kita ? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah._ Hehe..

Abdurrahman bin Auf merasa sangat lega, karena tahu akan masuk surga lebih dulu, karena sudah miskin. 

Namun, Masya Allah rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik.

Ternyata kemiskinan enggan berhinggap ke Abdurrahman bin Auf. Sehari kemudian, tiba-tiba datang utusan dari Yaman ke kota Madinah membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk karena di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular dan obat yang cocok adalah kurma busuk.

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Allahu Akbar....
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. 

Abdurrahman bin Auf semakin kaya raya, jumlah kekayaannya belum ada yang menandingi, karena kurma yang harusnya tidak laku, malah terjual dengan harga yang fantastis. 

Benarlah firman Allah:

_"Wahai manusia, di langit ada rezeki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )_

Jadi yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk ?

Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang memberi rezeki.

Semoga kisah ini dapat *memberi semangat* dalam diri kita semua,  yang sedang diuji dalam usaha kita, untuk mengutamakan urusan Allah dibanding urusan dunia yang sementara ini.

Seperti halnya yang sering di sampaikan oleh Founder BP Ippho Santosa bahwa ketika kita mendapatkan rezeki dari BP yang utama kembalikan lagi di jalan Alloh dengan sedekah yang terbaik. Bisa dengan sedekah shubuh setiap hari, zakat, kurban atau yang lainnya. 

Kisah diatas juga sesuai dengan hadist dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

_"Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya._

_Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ”_

Hal ini sesuai dengan prioritas kita di BP yaitu 3A dan 5S. 

Sebaik - baik harta adalah di tangan orang yang beriman. Kalau kita lemah, maka kita akan di kendalikan. Orang beriman yang kuat lebih di sukai oleh Alloh. Kuat imannya, fisiknya, finansialnya dan ilmunya.

Semoga bermanfaat.
*Mustofa dan Septi*

wa.me/6285716552570
tokopedia.com/vinnikehw

#britishpropolis #bp #britishpropolisbekasi #britishpropoliskotabekasi #propolis #britishpropolisori

Komentar