Rumus Pengusaha Kaya

*Rumus Pengusaha Kaya*

Di masa pandemi 2020 ini jumlah penduduk miskin di Indonesia kemungkinan akan bertambah. Padahal pada tahun 2019 angka kemiskinan sudah mulai menurun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pandemi Covid-19 akan berdampak pada jumlah kemiskinan di RI.

_"Jumlah angka kemiskinan akan naik, selama covid-19 di bulan Maret - Mei 2020 lonjakan angka kemiskinan balik seperti 2011. Seluruh pencapaian penurunan kemiskinan dari 2011 hingga 2020 ini kembali,"_ ujarnya.

Gambaran kemiskinan yang sering terjadi di negeri kita ini biasanya terlihat pada kekurangan materi, ketertinggalan dalam pendidikan formal, dan kurangnya penghasilan.

Akan tetapi, apakah kondisi miskin selalu mengacu pada hal tersebut di atas? Tentu saja tidak. Ada hal lain yang membedakan antara orang miskin dan orang kaya, yaitu sikap pengendalian diri.

Mengendalikan diri di sini lebih khusus dalam hal memegang uang. Ketika mendapat banyak uang, maka di akan nampak sifat dan karakter asli seseorang, miskin atau kaya.

Ada seorang pengusaha lulusan ITB bercerita, dia punya dua orang teman kuliah. Teman pertama, seorang dengan penghasilan 5 juta per bulan. Orangnya mudah bersyukur dan tidak konsumtif.

Teman kedua seorang pengusaha, dengan penghasilan lebih dari 15 juta sebulan. Tapi orangnya sering mengeluh penghasilannya tidak pernah cukup. Bahkan saat penghasilannya 25 juta pun masih mengeluh.

Ternyata dia ada cicilan mobil dan motor. Seiring naiknya penghasilan, kendaraannya bertambah, jadi cicilannya ikut naik. Perabot rumahnya pun tergolong mewah dan sering dipamerkan ke teman-temannya.

Pernah suatu saat teman yang kedua ini dapat saran untuk membeli aset usaha, tapi tidak tertarik. Dia lebih memilih membeli barang-barang mewah yang dianggapnya sebagai aset. Padahal dia belum memiliki rumah, tanah atau saham. Dia beranggapan bahwa kendaraan dan barang-barang mewah merupakan aset berharga.

Singkat cerita, 5 tahun berlalu teman yang pertama dengan penghasilan 5 juta, menjadi investor di bisnis sang pengusaha. Teman yang kedua, nasibnya semakin miris karena banyak hutang.

Salah satu perbedaannya ada di kontrol keuangan, mengendalikan diri dalam pemakaian uang. Teman yang pertama sangat ketat dalam hal ini, sedangkan teman yang kedua mudah boros.

Inilah pentingnya sikap pengendalian diri ketika kita benar-benar banyak uang. Mengendalikan diri bisa berdampak sangat besar bagi kemajuan hidup kita.

*Pertama. Kita terhindar dari sifat setan.*

Ketika seseorang banyak uang, biasanya cenderung ingin membeli banyak hal yang diinginkan. Jika kita tidak berhasil mengendalikan diri, maka uang sebanyak apapun akan habis tak bersisa.

_“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”_ (QS. Al Isro': 26-27)

*Kedua. Jauh dari kemiskinan.*

Jika kita sudah bisa mengendailkan diri dari sifat serba ingin (boros), maka yang kedua kita kendalikan dalam pengeluaran. Caranya dengan membagi uang dengan jelas.

Kita bisa menentukan alokasi keuangan seperti yang Sahabat Salman Al-Farisi lakukan, yaitu:
1/3 utk konsumsi
1/3 utk produksi (re-investasi)
1/3 utk donasi (zakat/sedekah)

Prosentasenya tidak harus sesuai, karena yang lebih penting adalah alokasi dan skala prioritasnya. Jika hal ini kita lakukan secara konsisten dan disiplin, insya Allah akan berdampak besar bagi kemajuan kondisi ekonomi kita di masa mendatang.

Inilah hal yang membedakan antara orang yang benar-benar kaya dan hanya banyak uang tapi tidak bisa mengendalikan diri.

Kaya itu bukan hanya soal kita banyak harta dan bisa membeli apapun, namun lebih kepada bagaimana kita mengendalikan diri terhadap harta yang dimiliki. Seperti yang diajarkan "Rumus Kaya" oleh Founder:
- Jago jualan
- Hidup hemat
- Beli tanah (properti)

Siip ya.

wa.me/6285716552570
tokopedia.com/vinnikehw

#britishpropolis #bp #britishpropolisbekasi #britishpropoliskotabekasi #propolis #britishpropolisori

Komentar